ExplorerInsight

Mengakui Eksistensi dan Memimpin Generasi Y

Di tanggal 19 Mei yang lalu Paramount Land baru saja mengadakan HRD Gathering di Paramount Plaza, Gading Serpong. Acara ini mengangkat tema yang sedang hangat di kalangan HRD saat ini yaitu “The Next Big Thing: Generation Y.” Acara yang baru pertama kali digelar oleh Paramount Land ini dimeriahkan oleh dua pembicara spesial yaitu Rene Suhardono, seorang penulis buku dengan topiknya “The Gold Potential of Generation Y.” dan Wishnutama, salah satu founder dari Net. yang akan membawakan  topik  “Build the Great Team of generation Y.”

Istilah Generasi Y seringkali dipakai untuk mendeskripsikan mereka yang lahir antara tahun 1980 hingga akhir 1990, generasi yang akan berusia antara 16-34 di tahun ini merupakan orang-orang yang paling berpengaruh dalam menentukan masa depan Indonesia, generasi mayoritas dalam angkatan kerja kita dan paling banyak jumlahnya saat ini (85-90 juta jiwa). Terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara Generasi Y dan Generasi X, perbedaan karakter dan pandangan hidup ini seringkali menciptakan batasan dalam berkomunikasi dan bekerja sama. Lalu apa saja sih karakteristik utama dari generasi Y? dan mampukah kita membentuk mereka menjadi anggota tim kerja yang efektif?

n2

Generasi Y atau yang juga sering disebut sebagai generasi milenium adalah generasi yang tumbuh seiring berkembangnya teknologi informasi, khususnya internet. Generasi ini sangat tergantung internet sebagai sumber informasi dan sarana untuk berbagai kegiatan sosial. Mereka dibesarkan disaat kondisi ekonomi Indonesia tumbuh pesat, maka dari itu mereka memiliki pendapatan dan daya beli yang cukup tinggi. Beberapa faktor tadi membuat Generasi Y menjadi manusia yang technology oriented atau melek teknologi.

Narsisme

Sifat yang kedua adalah narsisme dan rasa percaya diri yang tinggi. Generasi Y cenderung ingin untuk selalu menonjolkan diri sendiri, faktor ini menyebabkan maraknya perkembangan media sosial saat ini seperti Twitter dan Facebook dimana setiap orang ingin menjadi pusat perhatian. Karena jaringan pertemanan yang luas, Generasi Y cenderung memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, mereka dinilai lebih open minded dan peka terhadap isu-isu yang sedang berkembang di dunia, Generasi Y Ingin untuk senantiasa mengembangkan diri dan cenderung  menginginkan segala sesuatu yang serba instant.

Memimpin Generasi Y adalah suatu tantangan tersendiri, kehadiran mereka mampu mendorong perusahaan untuk menjadi semakin progresif dan inovatif. Peran Generasi Y sebagai pemimpin masa depan menjadi hal yang sangat krusial bagi perkembangan perusahaan nantinya. Namun pihak manajemen sudah tidak bisa lagi mengaplikasikan gaya kepemimpinan tradisional yang hanya berfungsi sebagai pengalokasi sumber daya. Survei menunjukkan bahwa 51% Generasi Y membutuhkan sosok pemimpin yang dapat menjadi mentor bagi perkembangan kemampuan dan karirnya.

Sang mentor akan berperan sebagai motivator, problem solver, sumber inspirasi, sekaligus orang yang akan menunjukan arah bagi Generasi Y. Lebih dari itu mereka juga harus bisa fleksibel dan berperan  pihak yang dapat dipercaya atau teman untuk berdiskusi pekerjaan.