Travel

Melbourne: Kota Ternyaman di Dunia

Melbourne adalah ibu kota negara bagian Victoria di Australia yang dikenal sebagai salah kota yang paling nyaman untuk ditinggali di dunia. Terbukti dari prestasinya mendapatkan predikat sebagai “The World’s Most Liveable Cities” dari majalah internasional The Economist di tahun 2002, 2004, 2011 dan 2012.

Kota ini kaya akan bangunan bersejarah dengan arsitektur Victoria, penduduknya yang berasal dari berbagai macam kultur menjanjikan pengalaman travelling yang tidak terlupakan. Tapi bagaimana dengan biayanya? mengingat kurs dolar yang terus melambung belakangan ini, Yuk kita simak cara berkunjung ke Melbourne dengan biaya yang terjangkau tetapi tetap menikmati berbagai obyek wisata seru.

Dengan predikat kota ternyaman di dunia, pastinya biaya hidup di sana mahal ya?! Tunggu dulu! Ternyata di Melbourne banyak tempat wisata gratis yang bisa dinikmati turis. Dengan sedikit persiapan dan pengetahuan kita bisa menekan biaya perjalanan sehingga tidak membengkak.

Melbourne adalah satu kota dengan jaringan tram yang terpanjang di dunia, asyiknya kendaraan khas Melbourne ini dapat kita nikmati secara gratis untuk menjelajahi kota. Naikilah tram berwarna merah yang bertanda “City Circle”, disana juga telah disediakan panduan perjalanan dan peta kota yang sangat berguna bagi para turis.

Melbourne

Obyek wisata pertama yang wajib untuk kita kunjungi adalah stasiun kereta api Flinders Street yang juga merupakan ikon kota Melbourne, khas dengan kubah dan jam dindingnya, dibangun tahun 1854. Stasiun Flinders Street merupakan salah satu stasiun tersibuk di kota ini dan pada tahun 2012 tercatat melayani sebanyak 92 juta penumpang.

Soal kuliner, kota ini terkenal akan produk anggur dengan kualitas dunia, keju lokal, dan cokelat buatan tangan yang tiada dua enaknya. Jangan lupa menyempatkan diri menikmati makan malam di Attica, restoran yang terpilih sebagai 50 restoran terbaik di dunia.

Jika ingin sekedar mencicipi cita rasa lokal kita juga bisa mengunjungi Prahran Market. Kios-kios yang berjejer rapi di pasar ini menyajikan cita rasa makanan authentic yang berkualitas, mulai dari sosis dengan resep warisan keluarga atau makanan khas Mediteranian seperti Balaklava hingga minyak zaitun produksi Yarra Valley. Uniknya kita dapat menikmati semua sample makanan tadi secara gratis, jangan lupa juga untuk memberikan senyuman dan memuji makanan mereka saat anda mencicipinya.

Untuk urusan belanja, ada Queen Victoria Market atau yang biasa disebut Vic Mart atau Queen Vic. Pasar tradisional ini menjual berbagai macam produk khas Australia, mulai dari cenderamata, sayur, buah-buahan dan sebagainya. Jangan heran jika menemui penjual makanan asal Indonesia di pasar ini, sebab banyak pelajar Indonesia yang bekerja part-time di sini. Pasar ini tutup pada hari Senin dan Rabu, jam buka berbeda setiap harinya, biasanya dari jam 6 pagi hingga 4 sore.

melbourne photo

Photo by Ү

Bagi kita yang senang dengan wisata outdoor gratis bisa mengunjungi Shrine of Rememberence yang berlokasi di pusat kota. Monumen ini didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur pada Perang Dunia ke I dan letaknya bersebelahan dengan kebun raya Melbourne. Kedua kompleks yang menempati area seluas 36 hektar ini begitu rimbun karena ditanami lebih dari 50 ribu tanaman khas Australia. Lokasinya yang berada di alam terbuka hijau memungkinkan kita untuk duduk piknik menikmati cuaca kota Melbourne yang sejuk.

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada majalah Gading Serpong Voice bulan Oktober 2014