Beauty

Ingin Kulit Tampak Lebih Muda?

Ultheraphy, satu-satunya terapi non invasif (tanpa operasi) untuk pengencangan kulit leher, bawah dagu, dan alis yang disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration of America).

Kulit tetap kencang dan berseri meski memasuki usia 35-45 tahun, tentu menjadi idaman setiap wanita dan pria dewasa. Di usia tersebut, masalah kulit yang biasa dialami adalah mata sayu, tampak kantung mata, dagu berlipat, dan leher bergelambir. Apalagi kulit merupakan organ tubuh yang terbesar (sekitar 90 persen) dan terletak paling luar, sehingga dapat dengan mudah terlihat tanda-tanda penuaan muncul. Seperti: kulit terlihat kusam, lelah, kendor, dan keriput. Duh, kalau penuaan (kulit) terjadi, tentu kita mendambakan kulit sekencang dan sekenyal saat berusia 20-an dulu ya..!! Para peneliti mengatakan, untuk memperlambat proses penuaan kulit dan menjaga kulit agar selalu kenyal dan tidak tampak kerutan, perlu dilakukan perlindungan sel-sel kulit dari luar maupun dari dalam. Cara menjaga kesehatan kulit dari dalam, diantaranya: pola hidup sehat seperti makan makanan dengan nutrisi seimbang, banyak minum air putih, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan tidak merokok. Selain itu, perlu mengkonsumsi suplemen anti oksidan yang mengandung vitamin A,C, dan E.

Sedangkan untuk pencegahan dari luar, dapat menggunakan produk- produk yang mengandung asam alfa hidroksi, pelembap, dan antioksidan. Namun bagaimana dengan kulit yang terlanjur kendur, dan keriput? Jangan sedih dulu! karena kini ada teknologi yang akan membantu meremajakan kulit Anda, namanya ultherapy atau terapi ulthera. Perawatan ini bukan untuk perempuan saja, laki-laki yang peduli akan penampilan dan kesehatan juga.

“Berkat kemajuan teknologi, kini telah tersedia ultherapy yang merupakan tindakan peremajaan wajah tanpa operasi. Dengan melakukan satu kali treatment, kulit secara bertahap akan tampak  lebih kencang dan terangkat,” papar dr. Inneke Halim, Sp. KK dari Bethsaida Hospital. Ia menambahkan, beberapa tahun lalu, solusi yang ditawarkan untuk mengencangkan kulit adalah dengan melakukan pembedahan (face lift) atau tindakan invasif (bedah/ operasi) lainnya. Tetapi sekarang ada solusi lain yang lebih praktis yaitu dengan ultherapy. Terapi menggunakan teknologi canggih ini telah digunakan di negara- negara maju seperti AS, Jepang, Korea, dan Singapura.

Mengenai keunggulan ultherapy, Inneke menjelaskan, bahwa teknologi ini paling baru dan satu-satunya terapi peremajaan wajah yang menggunakan gelombang ultrasound. Cara kerjanya terfokus ke lapisan bawah kulit, proses penyembuhan alami tubuh untuk mengencangkan, dan mengangkat kulit serta jaringan yang kendur. Keunikan ultherapy, satu-satunya alat yang dilengkapi dengan layar gambar ultrasound, sehingga memungkinkan dokter untuk melihat energi yang dilepaskan tepat mengenai lapisan kulit yang ditargetkan selama tindakan.

Bagian kulit yang dalam hingga lapisan otot dipanaskan untuk merangsang pembentukan kolagen yang baru tanpa merusak kulit bagian luar, sehingga kulit akan mengencang sesuai dengan proses pembentukan kolagen yang alami. Kolagen adalah protein alami yang menunjang kulit sehingga tetap kencang dan elastis. Dengan proses penuaan, kolagen berkurang sehingga kulit kurang elastis dan kemampuan melawan proses gravitasi yang menyebabkan kulit mengendur menurun. Tindakan ultherapy ini akan memacu proses pembentukan kolagen yang baru. Proses regenerasi kolagen alami memerlukan waktu sekitar 2-3 bulan.

Hal menarik lainnya dari terapi ini dibandingkan tindakan operasi adalah waktu penyembuhan sangat singkat, risiko infeksi atau bekas luka minimal, dan hasil yang didapat sangat natural. Tindakan ultherapy hanya membutuhkan sekitar 60- 90 menit. Setelah tindakan, dapat timbul kemerahan atau sedikit bengkak yang hilang dalam waktu singkat.

Diakhir wawancara Inneke menegaskan, ultheraphy merupakan satu-satunya terapi non invasif untuk pengencangan kulit leher, bawah dagu, dan alis yang disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration of America).

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada majalah Gading Serpong Voice bulan September 2014