Insight

BaliBarra Rintis Skala Industri

Target BaliBarra adalah menjadi salah satu produsen ikan laut terbesar di Asia dengan menggarap pasar utama Australia, dan merambah Amerika dan Eropa.

Wujud rasa terima kasih kepada Sang Pencipta atas kekayaan laut yang berlimpah, direalisasikan dengan budidaya perikanan (aquaculture) laut yang ramah lingkungan. Ikut memelihara dan mengelolah kekayaan laut dengan sebaik-baiknya. Mimpi besarnya adalah suatu hari nanti menjadi produsen ikan yang menyediakan pangan untuk dunia. Buah pikiran inilah yang mendasari PT Paramount Enterprise International (Paramount Enterprise) membangun bisnis perikanan, melalui anak perusahaannya PT Paramount Fishery Indonesia (PFI) yang mengusung brand BaliBarra.

Indomarind - BaliBarra

Photo: Dok. Indomarind

Jenis ikan yang dibudidayakan adalah barramundi (ikan kakap putih). Memiliki land base (area lahan) seluas 3,2 hektar yang digunakan untuk area pembenihan, dan fasilitas pendukung lainnya. Ditambah sekitar 40 hektar di lepas pantai yang digunakan sebagai area keramba jaring apung untuk proses pembesaran ikan yang berlokasi di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Rully Setya Purnama, Direktur PFI menerangkan, BaliBarra memiliki target pasar utama Australia, dan akan merambah ke pasar Amerika dan Eropa dengan produk fresh dan frozen fillet (daging ikan iris beku) yang dihasilkan dari ikan berukuran diatas 2,5 kg. Untuk mencapai ukuran tersebut dibutuhkan waktu sekitar 20-24 bulan.

Rully Setya - Bali Barra

Rully Setya. Photo: Yonathan Kristian

Ada tiga alasan utama mengapa dipilih budidaya barramundi, yakni teknis budidaya, faktor pemasaran, dan kandungan nutrisi. Teknis budidaya ikan ini sudah mampu dikuasai, terlebih dengan adanya dukungan dari perusahaan berskala global yang memproduksi pakan (makanan ikan) dan vaksin ikan. Berbeda dengan ikan tuna, meski memiliki nilai ekonomis tinggi, namun teknik budidaya belum dikuasai.

Dari segi pemasaran barramundi memiliki keunggulan dibandingkan ikan lainnya, sebab dapat dipasarkan dalam bentuk live (hidup), fresh/ ice chilled (segar), dan frozen (beku). Berbeda dengan ikan kerapu yang hanya memiliki nilai ekonomis tinggi, jika dijual dalam keadaan hidup. Selain itu, barramundi juga dapat disajikan dengan berbagai macam cara, sehingga target market semakin luas. Contohnya, dimasak steam (kukus) untuk pasar Asia/ oriental, pan fried (digoreng) atau grilled (dipanggang) untuk pasar Barat, dan dimasak kari untuk pasar Timur Tengah. Di Indonesia, masyarakat sudah familiar dengan gulai kepala ikan kakap.

Ikan kakap putih mengandung nilai protein tinggi dan kaya akan omega 3 yang baik untuk kesehatan. “Tren ke depan, masyarakat akan semakin peduli akan kesehatan, perlahan mulai mengurangi konsumsi daging merah dan beralih ke ikan,” ujar Rully kepada Gading Serpong Voice.

Budidaya ikan kakap putih juga dilakukan di Kepulauan Riau yang dikelola oleh PT. Indomarind (Indonesia Mariculture Industries), anak perusahaan dari Paramount Enterprise. Indomarind merupakan perusahaan yang sudah berjalan selama sepuluh tahun dalam budidaya ikan, dan telah diakuisisi oleh Paramount Enterprise pada 2013. Indomarind sendiri memiliki target pasar utama yaitu Singapura dengan produk fresh / ice chilled dengan ukuran 500-700 gram (plate size).

Mengenai potensi pasar lokal, Rully mengatakan, masih sangat besar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 240 juta jiwa. Masyarakat perlu terus diperkenalkan, selain itu suplai juga harus dijaga. Kuncinya adalah edukasi, konsistensi, dan kontinuitas suplai. Contohnya, meski salmon tidak diproduksi di Indonesia, namun lebih popular daripada kakap putih, karena suplainya yang lebih besar secara global. Food and Agricultural Organization (FAO/ Badan pangan Dunia) 2012 mencatat, produksi ikan salmon secara global mencapai 2 juta ton per tahun, sementara barramundi hanya mencapai 75 ribu ton per tahun, dimana Indonesia mensuplai sekitar 5 ribu ton per tahun.

Apa target BaliBarra lima tahun ke depan? Rully menjawab, “Kami memiliki target produksi sebesar 1.000 ton per tahun di tahun 2017, dan 3.000 ton per tahun di tahun 2020. Target kami adalah mencapai taraf industrial scale (skala industri) dengan mengaplikasikan metode budidaya ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.”

Fakta Barramundi:

  • Dapat hidup di air payau dan laut.
  • Kata barramundi berasal dari bahasa Aborigin (Australia), artinya ikan bersisik besar.
  • Semua barramundi dilahirkan dengan kelamin jantan dan berubah menjadi betina diusia 3-4 tahun.
  • Barramundi masuk dalam daftar super foods (makanan sehat) versi Dr.OZ.]]]]]]
Artikel ini pertama kali diterbitkan pada majalah Gading Serpong Voice bulan Oktober 2014